Nama : Muhammad Izma Wahyuda
Kelas : PAI 4E
NIM : 11901061
Makul : Magang 1
Manajemen Kelas
Assalamu’alakim Warahmatullahi wabarakatuh. Pada kesempatan ini kita masih diberikan oleh Allah Swt untuk dapat berjumpa kemabali, biarpun masih dalam keadaan yang belum memungkinkan untuk bertemu secara langsung namun hal tersebut tidak dapat membatasi kita untuk bersama-sama untuk mempelajarai ilmu pendidikan. Terutama pada kali ini berkaiatan sekali dengan tugas kuliah magang 1, dimana kali ini saya akan menyampaiakan menegenai Manajemen Kelas, yang mana pokok pembahasan saya terdiri dari 6 hal-hal yang amat penting di pahamai dalam manajemen kelas serta 1 kesimpulan. Untuk penejelasan lebih kongkrit mari bersama kita memebaca pembahasan ini dengan seksakma.
Manajemen Kelas
1. Pengertian Manajemen Kelas
Setelah membaca dengan seksama, disini saya dapat memberikan gambaran atau pemahaman saya setelah membaca serta memahami beberapa jurnal mengenai Manjemen Kelas, ada hal yang perlu diketahui tentang apa itu manajemen. Berbicara tentang apa itu manajemen pasti didalam pikiran kita langsung tertuju pada hal pengelolaan, penyelenggaraan, penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan.
Selain itu juga ada itu kelas, untuk pengertian kelas secara mudahnya sekelompok peserta didik yang ada pada waktu yang sama menerima pembelajaran yang sama dari pendidik. Setelah membaca secara mendalam dapat dilihat dari hal ini ternyata kelas dapat dilihat ada sedikit perbedaan mengenai atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa. Maksudnya begini pandangan kelas dari Fisik adalah berupa ruangan khusus,
tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam
hal ini mengandung sifat-sifat statis, karena sekedar menunjuk pada adanya pengelompokan siswa berdasarkan batas umur kronologis masing-masing, sedangkan pandangan diri segi siswa merupakan suatu masyarakat kecil yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara kreatif untuk mencapai tujuan
Jadi Manajemen Kelas usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar
secara sistematis. Usaha tersebut mengarah pada penyiapan bahan belajar, sarana prasarana
pembelajaran, pengaturan ruang belajar, yang diarahkan untuk mewujudkan suasan
pembelajaran yang efektif serta upaya mengelola siswa didalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana atau kondisi kelas yang menunjang program pengajaran dengan jalan menciptakan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah.
2. Tujuan Manjemen Kelas
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian merupakan tujuan pembelajaran untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk tempat berlangsungnyaproses belajar mengajar. Dengan demikian, proses tersebut akan dapat berjalan dengan efektif dan terarah, sehingga cita-cita pendidikan dapat tercapai demi terbentuknya sumber
daya manusia yang berkualitas lebih kongkrit tujuan manajemen kelas mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan sekolah lebih lanjut, proses pembelajaran di lembaga tersebut (sekolah) dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan dalam hal ini tujuan manajemen kelas secara khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa dan guru.
1. Tujuan Untuk Siswa:
a. Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.
b. Membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c. Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan.
Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan daripada manajemen kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
2. Tujuan Untuk Guru:
a. Untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.
b. Untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada siswa.
c. Untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu.
d. Untuk memiliki strategi ramedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.
3. Prosedur Manajemen Kelas
prosedur manajemen kelas ini dapat dilakukan secara pencegahan maupun penyembuhan . Perbedaan kedua jenis pengelolaan kelas tersebut, akan berpengaruh terhadap perbedaan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh seorang guru dalam menerapkan kedua jenis manajemen kelas tersebut. Dikatakan secara preventif apabila upaya yang dilakukan atas dasar inisiatif guru untuk mengatur siswa, peralatan (fasilitas) atau format belajar mengajar yang tepat dan dapat mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar. Sedangkan yang dimaksud dengan manajemen kelas secara kuratif adalah langka-langka tindakan penyembuhan terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat mengganggu kondisi-kondisi optimal dan proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.
4. Pendekatan dan Prinsip-prinsip dalam Manajemen Kelas
Peran penting seorang guru dalam menjalankan manajemen kelas akan sangat dipengaruhi oleh pandangan guru tersebut terhadap tingkah laku siswa, karakteristik watak dan sifat siswa, dan situasi kelas pada waktu seorang siswa melakukan penyimpangan. perlu kita sadari bahwa jumlah siswa di dalam kelas akan turut
mewarnai dinamika kelas itu sendiri. Semakin banyak jumlah siswa yang ada dalam suatu
kelas, maka kemungkinan besar akan semakin sering terjadi konflik antarsiswa. Sebaliknya
semakin sedikit jumlah siswa dalam suatu kelas, maka kecenderungan terjadi konflik juga
akan semakin kecil. Oleh karena itu, agar manajemen kelas dapat diterapkan dengan baik,
penting bagi para guru untuk dapat memahami beberapa prinsip dasar tentang manajemen
kelas. Prinsip-prinsip dasar ini sangat dibutuhkan guna memperkecil timbulnya masalah
atau gangguan dalam mengelola atau memanajemen kelas. Beberapa prinsip manajemen
kelas tersebut, antara lain sebagai berikut:
1) Guru Harus Hangat dan Antusias
Agar kelas dapat dikelola dengan baik, seorang guru harus bersikap hangat dan antusias kepada siswa. Untuk dapat memiliki sikap yang hangat kepada siswa guru dapat melakukan hal-hal berikut:
a) Bertanyalah tentang kabar siswa-siswi sebelum memulai pelajaran.
Cara ini setidaknya dapat membangun kesan mendalam pada diri siswa dan membuat mereka benar-benar merasa diperhatikan.
b) Sediakan waktu dan kesempatan pada siswa untuk mengemukakan persoalan-persoalan yang mereka hadapi, baik mengenai persoalan pelajaran atau persoalan lain.
c) Berdoalah untuk mereka. Ketika guru secara khusyuk berdoa untuk siswa dan siswa mengamininya, maka pada saat itu terjalin hubungan emosional yang kuat antara guru dengan siswa. ruangan dan perabotan pelajaran, serta pengelompokan siswa dalam belajar.
Apabila pengaturan kondisi belajar maksimal dengan sendirinya, besar kemungkinan proses pembelajaran akan berlangsung secara maksimal pula. Sebaliknya, apabila terdapat kekurangan antara tugas dan sarana atau alat, atau terputusnya antara satu keinginan dengan keinginan lain, atau kebutuhan dengan pemenuhannya, maka terjadilah gangguan terhadap proses belajar yang dimaksud. Gangguan dapat bersifat sementara dan ringan dan dapat pula bersifat serius dan terus menerus. Gangguan yang pertama mempersyaratkan ketrampilan mendisiplin untuk mengembalikan iklim belajar yang serasi, sedangkan gangguan yang kedua menuntut keterampilan melakukan tindakan rasional remedial.
5. Implementasi Manajemen Kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar
Dalam kaitan dengan implementasi Manajemen Kelas memang perlu adanya perencanaan pembelajaran, pengarahan, mengatur ruang kelas, komunikasi; dan kontrol. Hal ini diimplementasikan untuk meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar sehingga dapat meraih prestasi yang murni. Manajemen kelas menggambarkan keterampilan guru dalam merancang, menata, dan mengatur kurikulum, menjabarkan ke dalam prosedur proses belajar mengajar dan sumber-sumber belajar, serta menata lingkungan belajar yang merangsang untuk tercapainya suasana proses belajar yang efektif dan efisien. Hal ini bisa dilakukan melalui beberapa cara separti melaksanakan ketatausahaan kelas, pembinaan disiplin kelas, pendekatan pengelolaan kelas (pendekatan guru kepada muridnya). Guru adalah merupakan ujung tombak, penentu pencapaian tujuan pendidikan untuk itu, guru harus memiliki dedikasi yang tinggi, pengetahuan yang dalam tentang ilmu kependidikan, cerdas menentukan tindakan yang tepat terhadap setiap permasalahan pendidikan yang dihadapinya, selain itu, seorang guru cerdas pula dalam menentukan dan mengembangkan Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Inti (KI), merumuskan indikator dan mengembangkan indikator menjadi tujuan pembelajaran, mampu memilih model pembelajaran inovatif, menganalisis materi, memilih media yang tepat, sebagai alat bantu guru untuk menyampaikan pembelajaran, merumuskan evaluasi pembelajaran untuk mengukur keberhasilannya dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM).
Dalam kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang turut menentukan berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar, yaitu pengelolaan kelas dan pengajaran itu sendiri. Kedua hal itu saling tergantung. Keberhasilan pengajaran, dalam arti tercapainya tujuan-tujuan intruksional sangat bergantung pada kemampuan mengelola kelas. Kelas yang baik dapat menciptakan situasi yang memungkinkan siswa belajar sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran.
Siswa dapat belajar dengan baik, dalam suasana yang wajar tanpa tekanan dan dalam kondisi yang merangsang untuk belajar. Mereka memerlukan bimbingan dan bantuan untuk mamahami bahan pengajaran dalam berbagai kegiatan belajar. Untuk menciptakan suasana yang menumbuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan terhadap siswa dalam belajar, diperlukan pengorganisasian atau pengelolaan kelas yang memadai. Pengorganisasian kelas adalah suatu rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi yang efektif, yang meliputi: tujuan pengajaran, pengaturan penggunaan waktu yang tersedia, pengaturan
6. Faktor penghambat manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar
Dibawah ini yang sering dialami dalam Ada beberapa faktor yang menghambat manjemen Kelas
a. Faktor guru, faktor penghambat yang datang dari berupa hal-hal, seperti: tipe kepemimpinan guru yang otoriter, format belajar mengajar yang tidak bervariasi (monoton), kepribadian guru yang tidak baik, pengetahuan guru yang kurang, serta pemahaman guru tentang peserta didik yang kurang.
b. Faktor peserta didik. Kekurang sadaran peserta didik dalam memenuhi tugas dan
haknya sebagai anggota kelas atau suatu sekolah akan menjadi masalah dalam pengelolaan kelas.
c. Faktor keluarga. Tingkah laku peserta didik di dalam kelas merupakan pencerminan Keadaan keluarganya. Sikap otoriter orang tua akan tercermin dari tingkah laku peserta didik yang agresif atau apatis. Di dalam kelas sering ditemukan ada peserta didik pengganggu dan pembuat ribut, mereka itu biasanya dari keluarga yang broken-home.
d. Faktor fasilitas. Faktor ini meliputi: jumlah peserta didik dalam kelas yang terlalu banyak dan tidak seimbang dengan ukuran kelas, besar dan kecilnya ruangan tidak disesuaikan dengan jumlah peserta didiknya, ketersediaan alat yang tidak sesuai dengan jumlah peserta didik yang membutuhkannya.
Kesimpulan
Manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik dengan baik. Manajemen kelas terkait perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian program manajemen kelas. Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Manajemen kelas dalam konsep modern dipandang sebagai proses mengorganisasikan segala sumber daya kelas bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Sumber daya itu diorganisasikan untuk memecahkan beragam masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran sekaligus membangun situasi kelas yang kondusif secara berkesinambungan. Guru sebagai pemimpin kelas diharapkan mampu menerapkan pendekatan manajemen kelas berdasarkan situasi dan kondisi yang berlangsung. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Referensi :
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://core.ac.uk/download/pdf/228816301.pdf&ved=2ahUKEwj2vZuN6vXvAhWXWX0KHRpxAgAQFjAAegQIAxAC&usg=AOvVaw3djakt4cXCZZjCVJFLSp0g
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/adara/article/download/425/350&ved=2ahUKEwj00Nqd8fXvAhVLFLcAHRuEBCUQFjABegQIAxAC&usg=AOvVaw1aWJ5cYtFhdhIIp5VYaOUg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar