pada kali ini saya akan menceritakan blog saya yang kedua tentang pengalaman bahasa.
Perkenalkan nama saya Muhammad Izma Wahyuda saya anak ke dua dari dua bersaudara,saya lahir di nanga pinoh Pada tanggal 3 november 2001 saya di lahirkan dari pasangan orang tua berbeda daerah.Bapak saya berasal dari Banjarmasin,Kalimantan selatan dan ibu saya dari kabupaten melawi,kecamatan belimbing kedupai,namun biarpun orang tua saya berbeda daerah tetapi mereka berbicara mengunakan bahasa indonesia bercampur dengan bahasa kedupai.setelah saya lahir dan sampai bisa berbicara saya mengunakan bahasa ibu yaitu bahasa indonesia yang di ajarkan ibu,yang saya ingat ketika saya masih di nanga pinoh,saya selalu mengunakan bahasa indonesia dalam berbicara dan ngak pernah menggunakan bahsa melayu nanga pinoh.namun ketika orang tua saya pindah ke kedupai dan membuat rumah di sana saya pun masih mengunakan bahasa indonesia.ketika saya mulai banyak teman dan mengetahui bahasa daerah kedupai yang sangat berbeda dengan bahasa indonesia,contohnya:
-Mama sebutannya jadi umak ataupun mamak
-Bapak sebutannya jadi apak ataupun bapak
-kakek sebutannya jadi aiy
-Nenek sebutannya jadi nyai
-mau kemana jadi Nak kemonay
-Gimana ni sebutannya jadi kiti ti
-Makan dulu sebutannya jadi makat lo
-kamu dari mana asalnya sebutannya jadi kau dari monai asaleh
-Apa sebutannya jadi apaiy.
Ketika berbicara di kedupai selalu mengunaka kata aku dan jarang sekali bila berbicara mengunakan kata saya.tetapi di kedupai bila ada orang baru yang masuk ke daerah kedupai masyarakat bila berbicara menggunakan bahasa indonesia. Dan masih banyak lagi bahasa dari daerah kedupai,biarpun saya sudah tau banyak berbicara bahasa daerah kedupai namun bila saya berbicara dengan mama dan bapak saya mengunakan bahasa kedupai campur dengan bahasa indonesia.ketika saya pergi ke nanga pinoh bersama orang tua dan bertemu sepupu,nenek paman,bibi,dan orang lain yang saya jumpai saya mengunakan bahasa indonesia campur bahasa melayu pinoh yang ciri khas kata melayu pinoh di antaranya mengunakan seperti :
-aok
-jomsik
-sidak
-teh
-nyok
-medah
-lok
-am
Dan masih banyak lagi kata bahasa melayu di daerah nanga pinoh.
Di sekolah waktu sd saya di kelas bila berbicara dengan kawan di kelas mengunakan bahasa kampung dengan guru mengunakan bahasa indonesia,smp karena saya sekolah di nanga pinoh dan kawan masih baru maka saya mengunakan bahasa indonesia tidak jarang juga saya mengunakan bahasa daerah belimbing yang mana lawan berbicara saya tersebut pun dari belimbing yang cara bahasanya kurang lebih sama seperti bahasa daerah keduapi,Smk saya mengunakan bahasa indonesia dan di campur bahasa daerah sebab kawan kelas saya banyak dari daerah dan sudah lama kenal dari smp jadi mengunakan bahasa daerah masing masing kami pun saling memahami maksud kata yang di ucapkan karena makna dan tujuan kata tersebut masih sama.
Nah ini lah sedikit cerita yang menurut saya agak aneh sebab waktu awal masuk kuliah dan tinggal di pontianak ini saya merasa agak berbeda dalam berbicara yaitu biasanya saya berbicara normalnya bahasa indonesia dan melayu nanga pinoh tetapi di pontianak saya merasa berbicara agak ke ponti ponti gitu rasanya contohnya:
-dari mana berubah menjadi dari mane
-saya berubah jadi saye
Itu sedikit contoh,nah dari itu lah terkadang saya suka keterusan berbicara seperti orang pontianak pedahal saya orang kampung dari melawi,,,hingga momen lucunya ketika saya berbicara dengan sepupu di nanga pinoh lewat sambungan telpon,saya berbicara terkadang terselip bahasa pontianaknya jadi sepupu saya mendengar saya mengucapkan kata yang bercampur bahasa indonesia campur dengan bahasa pontianaknya langsung mengatakan
Baru jak berapa hari di pontianak udah berubah bahasanya,terkadang candaan yang saya lakukan terhadap adik sepupu saya adalah satu bentuk kerinduan terhadap kampuang halaman saya di kabupaten melawi.
Ketika saya masuk kuliah di IAIN Pontianak saya banyak mengenal teman - teman baru,baik dari Melawi,sambas, kayong utara, ketapang, pontianak, sumatera selatan, dan kabuapaten lainnya yang tentunya bahasa yang digunakan beragam tetapi bahasa nasionalnya tetap bahasa indonesia.
Mungkin hanya itu saja yang dapat saya bagikan pengalaman bahasa saya,terima kasih bagi saudara-saudara yang telah membaca blog saya kuarang dan lebihnya saya mohon maaf.
Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.